Minggu, 07 Juni 2015

Aku dan Jeepy

Hey kawan,
Lihat, Itu aku
Bersama mobil jeep kesayanganku.
Besar dan kokoh bukan?
Mesinnya yang besar dan kuat
Rodanya yang bergerigi
Juga rangkanya yang tangguh.

Aku dekat sekali dengannya.
Dia sahabatku
Kita pergi berkelana ke mana mana bersama.
Lihat badannya yang penuh debu,,
Itu menandakan perjalanan kita yang panjang dan penuh rintangan.
Itu menandakan juga bahwa kita sama sama tidak suka mandi.
Meski kotor, kita keren kan? Haha

Kita sudah lama bersahabat dan dia tidak pernah mengkhianatiku.
Tapi kadang kadang dia memang suka tiba-tiba kehilangan stamina dan mogok di tengah jalan.
Aku memang kurang telaten merawatnya,
Disamping itu memang kalau jalannya yang terjal, rata-rata mereka suka mati mesin sendiri kan?

Pernah suatu saat kita berdua tersesat di tengah hutan dan dia kehabisan solar.
Dan aku juga kehabisan bekal.
Lalu aku pergi meninggalkan dia sejenak untuk mencari makanan untukku karna aku sudah tidak tahan, laparnya bukan main.
Aku cari cari 2 jam ga ketemu  ketemu, karna yang aku cari adalah indomaret.
Karna nampaknya indomaretnya ga ada ya sudah aku putuskan untuk kembali dan memanjat pohon pisang yang ada di dekat mobilku yang aku tinggalkan tadi.
Meskipun belum mateng-mateng amat, ya lumayanlah buat perutku yang dari tadi sudah bunyi dan minta diisi.

Aku tidak pernah meninggalkan dia selama itu sebelumnya, dan aku cemas dia bakal ketakutan sendiri di tengah hutan.
Meskipun badannya besar, dia termasuk mobil yang manja, pencemburu serta penakut. Kalau marah denganku karena melihatku bersama mobil lain, dia bakal mogok 5 hari 5 malam beserta ngompol oli di garasiku. Dia memang agresif dan posesif.

Untungnya sekembalinya aku  ke tempatnya, dia tidak ngompol oli seperti biasanya.

Aku mencoba coba mencari sinyal radio (bukan radio untuk musik) untuk mencari bantuan di sekitar tempatku berada. Berkali kali kucoba tak ada hasil. Nihil. Namun pada percobaan yang ke 1654 kali, radioku akhirnya tersambung! Aku hanya sempat mengatakan "tolong... saya mogok". Kemudian mati. Aku berharap orang itu menangkap sinyalku.
Dan  Malam itu aku menginap di hutan bersamanya.

Keesokan harinya setelah menunggu nunggu lama, pertolongan tak juga datang.
Dengan berat hati akhirnya kuputuskan untuk meninggalkan mobilku untuk  mencari bantuan.

Setelah berpuluh puluh kilo aku berjalan, aku sudah tak sanggup lagi dan akhirnya jatuh pingsan.

Tahu tahu aku bangun dan sudah kembali di rumah dan mobilku ada disampingku.
Aku tak tahu ceritanya kenapa bisa terjadi demikian, aku tidak bisa bertanya pada mobilku karna dia tak bisa bicara.

Yang aku tahu dia lah pahlawanku,
Dia lah Jeepy.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar