Hey kawan,
Lihat, Itu aku
Bersama mobil jeep
kesayanganku.
Besar dan kokoh
bukan?
Mesinnya yang besar
dan kuat
Rodanya yang
bergerigi
Juga rangkanya yang
tangguh.
Aku dekat sekali
dengannya.
Dia sahabatku
Kita pergi berkelana
ke mana mana bersama.
Lihat badannya yang
penuh debu,,
Itu menandakan
perjalanan kita yang panjang dan penuh rintangan.
Itu menandakan juga
bahwa kita sama sama tidak suka mandi.
Meski kotor, kita
keren kan? Haha
Kita sudah lama
bersahabat dan dia tidak pernah mengkhianatiku.
Tapi kadang kadang
dia memang suka tiba-tiba kehilangan stamina dan mogok di tengah jalan.
Aku memang kurang
telaten merawatnya,
Disamping itu memang
kalau jalannya yang terjal, rata-rata mereka suka mati mesin sendiri kan?
Pernah suatu saat
kita berdua tersesat di tengah hutan dan dia kehabisan solar.
Dan aku juga
kehabisan bekal.
Lalu aku pergi
meninggalkan dia sejenak untuk mencari makanan untukku karna aku sudah tidak
tahan, laparnya bukan main.
Aku cari cari 2 jam
ga ketemu ketemu, karna yang aku cari
adalah indomaret.
Karna nampaknya
indomaretnya ga ada ya sudah aku putuskan untuk kembali dan memanjat pohon
pisang yang ada di dekat mobilku yang aku tinggalkan tadi.
Meskipun belum
mateng-mateng amat, ya lumayanlah buat perutku yang dari tadi sudah bunyi dan
minta diisi.
Aku tidak pernah
meninggalkan dia selama itu sebelumnya, dan aku cemas dia bakal ketakutan
sendiri di tengah hutan.
Meskipun badannya
besar, dia termasuk mobil yang manja, pencemburu serta penakut. Kalau marah
denganku karena melihatku bersama mobil lain, dia bakal mogok 5 hari 5 malam
beserta ngompol oli di garasiku. Dia memang agresif dan posesif.
Untungnya
sekembalinya aku ke tempatnya, dia tidak
ngompol oli seperti biasanya.
Aku mencoba coba
mencari sinyal radio (bukan radio untuk musik) untuk mencari bantuan di sekitar
tempatku berada. Berkali kali kucoba tak ada hasil. Nihil. Namun pada percobaan
yang ke 1654 kali, radioku akhirnya tersambung! Aku hanya sempat mengatakan "tolong...
saya mogok". Kemudian mati. Aku berharap orang itu menangkap sinyalku.
Dan Malam itu aku menginap di hutan bersamanya.
Keesokan harinya
setelah menunggu nunggu lama, pertolongan tak juga datang.
Dengan berat hati
akhirnya kuputuskan untuk meninggalkan mobilku untuk mencari bantuan.
Setelah berpuluh
puluh kilo aku berjalan, aku sudah tak sanggup lagi dan akhirnya jatuh pingsan.
Tahu tahu aku bangun
dan sudah kembali di rumah dan mobilku ada disampingku.
Aku tak tahu
ceritanya kenapa bisa terjadi demikian, aku tidak bisa bertanya pada mobilku
karna dia tak bisa bicara.
Yang aku tahu dia
lah pahlawanku,
Dia lah Jeepy.
